A7czWFwOmeHFwzuAIJFW6XqsE4atL60bOxnpsG2F

Bersantai di Benteng Anoi Itam

Benteng Anoi Itam menjadi salah satu spot wisata andalan ketika Anda ke Sabang. Menikmati laut dari atas benteng seolah sedang memantau musuh yang datang dari arah laut. Itulah kesan yang saya dapatkan saat berada dalam sebuah benteng dengan meriam bekas Jepang yang masih mendekam kokoh. Meriam baja sepanjang 3 meter seakan menjadi saksi dalam perjalanan sejarah bangsa kita, bangsa yang rela mempertahankan tanah airnya dengan darah dan jiwa.

Kini, peninggalan bersejarah benteng yang terletak di Desa Anoe Itam atau ada yang menyebutnya juga Anoi Itam telah dipercantik untuk menarik wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan lokal. Di kaki benteng, tersedia pelataran ruang parkir yang luas dan bisa memuat banyak kendaraan. Tidak ada pungutan biaya apa pun di sini. Inilah yang menjadi kenyamanan bagi wisatawan tanpa adanya gangguan. Lazim kita ketahui bahwa pemalakan sering terjadi pada spot wisata yang ramai dikunjungi dengan berbagai modus dan cara; mulai dari biaya tiket masuk ilegal, parkir ilegal, sewa lapak ilegal, dan lain-lain.

Benteng Anoi Itam termasuk dalam salah satu benteng yang digunakan oleh Jepang untuk menyimpan peluru dan persenjataan sejak meletusnya Perang Dunia II. Di sinilah semua logistik perang disimpan karena letaknya yang strategis. Bekas-bekas peninggalan benteng logistik itu masih bisa kita jumpai, meskipun sedikit tertutup akar pohon dan timbunan tanah yang sudah memadat.

Keunikan benteng ini tidak lain karena kemampuannya untuk bertahan. Kita bisa melihat langsung musuh yang ada di depan tanpa menggunakan kaca pembesar. Sebagai pertahanan terakhir, benteng ini membuat musuh kewalahan untuk menyerang. 

Kini Benteng Anoi Itam menjadi salah satu andalan pariwisata Kota Sabang. Akses untuk masuk ke area benteng sangat mudah. Kita bisa naik melalui tangga. Posisi tangga sangat nyaman di bawah rindangnya pepohonan. Sangatlah tepat jika area ini menjadi tempat bersantai yang paling direkomendasikan. Selain bisa menikmati pemandangan laut yang indah, kita juga bisa meresapi nilai-nilai perjuangan bangsa kita di masa silam.

Setelah menaiki tangga, kita bisa melihat beberapa benteng yang dijadikan untuk logistik. Agak menjorok ke dalam sehingga kalau kita tidak jeli, kita mengabaikan tempat tersebut. Padahal benteng-benteng ini juga tak luput dari bagian sejarah atau saksi bisu kejadian masa lampau.

Meskipun dipenuhi banyak coretan di dinding benteng akibat ulah wisatawan yang tidak bertanggungjawab, kondisi di dalam benteng cukup bersih. Tidak ada semak belukar yang tumbuh liar maupun sampah berserakan. Ini menjadi penanda bahwa lokasi wisata ini dikelola dengan baik.

Di benteng utama atau puncak dari lokasi wisata ini adalah sebuah benteng yang di dalamnya masih tersimpan meriam baja sepanjang 3 meter. Dari atas sinilah kita bisa melihat bebas ke arah laut. Memanjakan mata dengan gradasi warna hijau kebiru-biruan. Lebih jauh lagi, kita bisa melihat garis horizon cakrawala seakan-akan garis itu menjadi pemisah antara laut dan langit. Jikalau garis semu itu tak terlihat, niscaya kita sulit membedakan antara laut dan langit karena keduanya hampir serupa dari kejauhan.

Untuk menegaskan bahwa kita pernah singgah ke Benteng Anoi Itam, tidak sah jika kita tidak berpose pada lanskap yang bertuliskan nama benteng tersebut. 

Bersantai di Benteng Anoi Itam utamanya di sore hari cukup mengesankan. Kita bisa melepaskan beban-beban pekerjaan yang menumpuk dalam pikiran untuk ditinggalkan sejenak. Berkumpul dengan sahib kerabat dan keluarga terdekat dengan menanggalkan segala obrolan yang menambah beban pikiran dan hidup. 

Mari kita menikmati laut dengan aroma sejarah yang masih tertinggal di Benteng Anoi Itam. 

Posting Komentar