A7czWFwOmeHFwzuAIJFW6XqsE4atL60bOxnpsG2F

Hikayat Sapi dan Kerbau

 

Hikayat Sapi dan Kerbau

Konon, seorang petani di Antah Berantah memiliki dua ekor hewan yang akan digunakannya untuk memudahkan pekerjaannya di sawah. Kedua hewan itu adalah sapi dan kerbau.

Kedua hewan ini hidup rukun dan akur. Setiap hari petani tersebut membawa kedua ekor hewan ini ke sawah. Masing-masing hewan ini disuruhnya membajak sawahnya. Setelah selesai membajak sawah, mereka pulang ke tempat masing-masing. Selama perjalanan pulang, kedua hewan itu tidak banyak berbicara. Masing-masing sibuk dengan pikirannya tersendiri. 

Beberapa hari kemudian, kerbau tidak diajak ke sawah. Hal ini menimbulkan keheranan bagi sapi dan ia bertanya-tanya dalam hati, ada apa gerangan yang menimpa kerbau sehingga dia tidak turut bersama-samanya ke sawah.

Sudah seminggu sapi membajak sawah sang petani. Hingga suatu malam, sapi mengunjungi kandang kerbau. Alangkah terkejutnya sapi melihat kerbau yang sudah berubah. Tubuhnya bertambah gemuk. Di dalam kandangnya tersedia makanan yang melimpah dan minuman yang segar dan bersih. 

"Sudah seminggu kamu tidak membajak sawah. Apakah kamu jatuh sakit?" tanya sapi keheranan. 

"Ah, aku baik-baik saja. Hanya saja aku sedang bermalas-malasan, jadi aku berpura-pura sakit," jawab kerbau sekenanya saja. 

"Oh, begitu. Bagaimana caranya si petani tahu kalau kau jatuh sakit?" tanya sapi lagi. Kali ini ia bersungguh-sungguh.

"Ha ha ha. Di awal-awal, aku pura-pura tidak mau makan. Pura menjadi lemas. Pura-pura mudah lelah. Begitu petani itu membawa makanan dan minuman, aku hanya makan sedikit sambil berlagak mual. Hingga petani mengganti makanan dan minuman yang lebih segar." Kerbau menceritakan semua pengalamannya kepada sapi. 

Ternyata percakapan antara sapi dan kerbau ini didengar langsung oleh si petani. Maka keesokan harinya, si petani mengajak kerbau ke sawah dan membiarkan sapi tetap tinggal di kandang. 

Selama berhari-hari kerbau membajak sawah si petani. Sedangkan sapi mencoba untuk menerapkan pengalaman kerbau terdahulu. 

Betapa menyedihkan kini nasib kerbau. Kulitnya sekarang bertambah gelap. Ototnya memang bertambah besar karena beban pekerjaan yang dilakukannya. Sapi sekarang beratnya bertambah. Ia telah menjadi sapi gemuk. Kerjanya hanya makan dan minum saja.

Suatu malam, kerbau mengunjungi kandang sapi.

"Duh, betapa bahagianya dirimu sekarang," kata kerbau sambil merengut. 

"Iya, benar. Aku mencoba untuk melakukan hal yang sama seperti kamu," ujar sapi enteng. Kerbau tampak menyesali karena menceritakan pengalamannya terdahulu.

Percakapan antara mereka berdua didengar oleh si petani. Lalu keesokan harinya, kerbau dibawa ke sawah untuk melakukan pekerjaannya. Sedangkan sapi dibawa ke rumah potong hewan untuk disembelih. Si petani memperoleh banyak uang dari hasil menjual sapi karena bobot sapi yang sangat besar, gemuk, dan sehat sehingga harganya menjadi mahal.

Hikmah dari Hikayat Sapi dan Kerbau

Begitulah hikayat sapi dan kerbau, lalu apa yang bisa kita ambil hikmahnya?

Dari hikayat tersebut kita bisa belajar tentang kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab akan membawa kepada kebaikan, sedangkan sikap malas, iri hati, tipu daya, dan sikap mudah tergoda oleh keuntungan sesaat, maka akan berakhir dengan penyesalan.

Posting Komentar